Dugaan Awal Positif Flu BurungKasus Pertama di Tanjungpinang TANJUNGPINANG, TRIBUN - Ratusan unggas di kampung Sidomukti positif virus flu burung. Dinas Peternakan dan Pertanian Tanjungpinang langsung memusnahkan unggas-unggas itu, Sabtu (6/6). Pemusnahan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus flu burung yang dikenal dengan nama H5N1.
Penemuan kasus flu burung pertama di Tanjungpinang ini setelah seorang warga menemukan puluhan unggas miliknya mati mendadak. Mulyono, warga Sidomukti kepada Tribun mengatakan bahwa dirinya terkejut mendapati ayam jagonya mati beberapa hari lalu. “Hari Rabu lalu saya melihat ayam jago saya mati. Tubuhnya biru-biru. Esoknya sekitar 12 ekor ayam saya mati lagi,” kata Mulyono. Selanjutnya ia menyampaikan hal tersebut kepada dinas peternakan untuk selanjutnya di tindak lanjuti. Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanjungpinang, Sujarwoto mengatakan bahwa tindakan pemusnahan ini dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi. “Berdasarkan ciri-ciri yang kami temukan pada unggas yang mati, kami menyimpulkan bahwa unggas-unggas tersebut positif virus flu burung. Untuk itu, seluruh unggas yang ada di lokasi tersebut kami musnahkan,” kata Sujarwoto. Pemusnahan yang dilakukan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan penyuluhan terhadap warga akan bahayanya virus flu tersebut. “Warga dengan kesadaran akhirnya mau memusnahkan unggas-unggas tersebut. Jadi unggas-unggas tersebut dimusnahkan tanpa kompensasi,” kata Sujarwoto. Ke depan, Dinas Peternakan dan Pertanian Tanjungpinang akan melakukan pemantuan dan pengawasan terhadap virus flu burung tersebut. “Kami akan memantau desa tersebut secara berkala. Selain itu, penyuluhan-penyuluhan akan kami galakkan kembali di desa tersebut,” pungkasnya.(eik).
|